30 Kata-Kata Bijak Pramoedya Ananta Toer yang Inspiratif dan Penuh Makna
Pramoedya Ananta Toer merupakan sastrawan besar yang pernah dimiliki bangsa Indonesia. Puluhan karya sastra fenomenal telah beliau hasilkan sepanjang kariernya. Maka tak heran apabila Pramoedya Ananta Toer menjadi salah satu sastrawan yang produktif dan memiliki dedikasi yang tinggi terhadap dunia sastra.
Pria yang akrab dipanggil Pram ini lahir di Blora pada 6 Februari 1925. Ayahnya bernama Mastoer Imam Badjoeri dan Ibunya bernama Saidah yang bekerja sebagai seorang penghulu di daerah Rembang. Beliau mendapatkan pendidikan pertamanya di Institut Boedi Utomo di bawah bimbingan ayahnya sendiri. Kemudian Pram juga sempat mengikuti pendidikan di Taman Siswa dan melanjutkan belajar di Sekolah Tinggi Islam Jakarta pada 1945.
Sepanjang hidupnya, Pram telah menghasilkan puluhan karya sastra yang fenomenal. Salah satu hasil karyanya yang sangat legendaris ialah Tetralogi Bumi Manusia yang mendapatkan berbagai macam penghargaan. Meskipun kini beliau telah tiada, namun jasa-jasa beliau akan selalu dikenang dan terus menginspirasi dunia.
Berikut ini 30 kata-kata bijak Pramoedya Ananta Toer yang inspiratif dan penuh makna.
. Masa terbaik dalam hidup seseorang adalah masa ia dapat menggunakan kebebasan yang telah direbutnya sendiri.
2. Duniaku bukan jabatan, pangkat, gaji, dan kecurangan. Duniaku bumi manusia dengan persoalannya.
3. Kami memang orang miskin. Di mata orang kota kemiskinan itu kesalahan. Lupa mereka lauk yang dimakannya itu kerja kami.
4. Di balik setiap kehormatan mengintip kebinasaan. Di balik hidup adalah maut. Di balik persatuan adalah perpecahan. Di balik sembah adalah umpat. Maka jalan keselamatan adalah jalan tengah. Jangan terima kehormatan atau kebinasaan sepenuhnya. Jalan tengah.
5. Keadaan seluruh dunia berubah. Sekarang apa? Negara-negara komunis pun mengakomodasi kapitalisme. Perang Dingin tidak ada lagi. Saya sendiri tetap seperti dahulu, menentang ketidakadilan dan penindasan. Bukan sekadar menentang, tetapi melawan! Melawan pelecehan kemanusiaan. Saya tidak berubah.
6. Kalian boleh maju dalam pelajaran, mungkin mencapai deretan gelar kesarjanaan apa saja, tapi tanpa mencintai sastra, kalian tinggal hanya hewan yang pandai.
7. Jarang orang mau mengakui, kesederhanaan adalah kekayaan yang terbesar di dunia ini: suatu karunia alam. Dan yang terpenting di atas segala-galanya ialah keberaniannya. Kesederhanan adalah kejujuran, dan keberanian adalah ketulusan.
8. Jangan sebut aku perempuan sejati jika hidup hanya berkalang lelaki. Tapi bukan berarti aku tidak butuh lelaki untuk aku cintai.
9. Dan alangkah indah kehidupan tanpa merangkak-rangkak di hadapan orang lain.
10. Dan modern adalah juga kesunyian manusia yatim-piatu dikutuk untuk membebaskan diri dari segala ikatan yang tidak diperlukan: adat, darah, bahkan juga bumi, kalau perlu juga sesamanya.
Komentar
Posting Komentar